Rabu, 30 April 2008

Sujud Bikin Cerdas

Oleh BA

Shalat adalah amalan ibadah yang paling proporsional bagi anatomi tubuh manusia. Gerakan-gerakannya sudah sangat melekat dengan gestur (gerakan khas tubuh) seorang muslim. Namun, pernahkah terpikirkan manfaat masing-masing gerakan? Sudut pandang ilmiah menjadikan Shalat gudang obat bagi berbagai jenis penyakit!

Saat seorang hamba telah cukup syarat untuk mendirikan Shalat, sejak itulah ia mulai menelisik makna dan manfaatnya. Sebab Shalat diturunkan untuk menyempurnakan fasilitasNya bagi kehidupan manusia. Setelah sekian tahun menjalankan Shalat, sampai di mana pemahaman kita mengenainya?

TAKBIRATUL IHRAM

Postur: berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau dada bagian bawah.

Manfaat: Gerakan ini melancarkan aliran darah, getah bening (limfe) dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancar ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kemudian kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah. Sikap ini menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya pada tubuh bagian atas.

RUKUK

Postur: Rukuk yang sempurna ditandai tulang belakang yang lurus sehingga bila diletakkan segelas air di atas punggung tersebut tak akan tumpah. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang.

Manfaat: Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Posisi jantung sejajar dengan otak, maka aliran darah maksimal pada tubuh bagian tengah.

Tangan yang bertumpu di lutut berfungsi relaksasi bagi otot-otot bahu hingga ke bawah. Selain itu, rukuk adalah latihan kemih untuk mencegah gangguan prostat.

I'TIDAL

Postur: Bangun dari rukuk, tubuh kembali tegak setelah, mengangkat kedua tangan setinggi telinga.

Manfaat: i'tidal adalah variasi postur setelah rukuk dan sebelum sujud.

Gerak berdiri bungkuk berdiri sujud merupakan latihan pencernaan yang baik. Organ organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya, pencernaan menjadi lebih lancar.

SUJUD

Postur: Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai.

Manfaat: Aliran getah bening dipompa ke bagian leher dan ketiak. Posisi jantung di atas otak menyebabkan darah kaya oksigen bisa mengalir maksimal ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang. Karena itu, lakukan sujud dengan tuma'ninah, jangan tergesa gesa agar darah mencukupi kapasitasnya di otak. Postur ini juga menghindarkan gangguan wasir. Khusus bagi wanita, baik rukuk maupun sujud memiliki manfaat luar biasa bagi kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

DUDUK

Postur: Duduk ada dua macam, yaitu iftirosy (tahiyyat awal) dan tawarruk (tahiyyat akhir). Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki.

Manfaat: Saat iftirosy, kita bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf nervus Ischiadius. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tawarruk sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih (urethra), kelenjar kelamin pria (prostata) dan saluran vas deferens. Jika dilakukan dengan benar, postur irfi mencegah impotensi. Variasi posisi telapak kaki pada iftirosy dan tawarruk menyebabkan seluruh otot tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali. Gerak dan tekanan harmonis inilah yang menjaga. kelenturan dan kekuatan organ-organ gerak kita.

SALAM

Gerakan: Memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal.

Manfaat: Relaksasi otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala. Gerakan ini mencegah sakit kepala dan menjaga kekencangan kulit wajah.

BERIBADAH secara, kontinyu bukan saja menyuburkan iman, tetapi mempercantik diri wanita luar dalam.

PACU KECERDASAN

Gerakan sujud dalam Shalat tergolong unik. Falsafahnya adalah manusia menundukkan diri serendah-rendahnya, bahkan lebih rendah dari pantatnya sendiri. Dari sudut pandang ilmu psikoneuroimunologi (ilmu mengenai kekebalan tubuh dari sudut pandang psikologis) yang didalami Prof Sholeh, gerakan ini mengantar manusia pada derajat setinggi-tingginya. Mengapa?

Dengan melakukan gerakan sujud secara rutin, pembuluh darah di otak terlatih untuk menerima banyak pasokan darah. Pada saat sujud, posisi jantung berada di atas kepala yang memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Itu artinya, otak mendapatkan pasokan darah kaya oksigen yang memacu kerja sel-selnya. Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan.

Risetnya telah mendapat pengakuan dari Harvard Universitry , AS. Bahkan seorang dokter berkebangsaan Amerika yang tak dikenalnya menyatakan masuk

Islam setelah diam-diam melakukan riset pengembangan khusus mengenai gerakan sujud.

PERINDAH POSTUR

Gerakan-gerakan dalam Shalat mirip yoga atau peregangan (stretching) . Intinya untuk melenturkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Keunggulan Shalat dibandingkan gerakan lainnya adalah Shalat menggerakan anggota tubuh lebih banyak, termasuk jari kaki dan tangan.

Sujud adalah latihan kekuatan untuk otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, bagian tubuh yang menjadi kebanggaan wanita. Payudara tak hanya menjadi lebih indah bentuknya tetapi juga memperbaiki fungsi kelenjar air susu di dalamnya.

MUDAHKAN PERSALINAN

Masih dalam pose sujud, manfaat lain bisa dinikmati kaum hawa. Saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut (rectus

abdominis dan obliquus abdominis externuus) berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama. Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila, otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. Kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).

PERBAIKI KESUBURAN

Setelah sujud adalah gerakan duduk. Dalam Shalat ada dua macam sikap duduk, yaitu duduk iftirosy (tahiyyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyyat akhir). Yang terpenting adalah turut berkontraksinya otot-otot daerah perineum. Bagi wanita, inilah daerah paling terlindung karena terdapat tiga lubang, yaitu liang persenggamaan, dubur untuk melepas kotoran, dan saluran kemih.

Saat duduk tawarruk, tumit kaki kiri harus menekan daerah perineum. Punggung kaki harus diletakkan di atas telapak kaki kiri dan tumit kaki kanan harus menekan pangkal paha kanan. Pada posisi! ini tumit kaki kiri akan memijit dan menekan daerah perineum. Tekanan lembut inilah yang memperbaiki organ reproduksi di daerah perineum.

AWET MUDA

Pada dasarnya, seluruh gerakan Shalat bertujuan meremajakan tubuh. Jika tubuh lentur, kerusakan sel dan kulit sedikit terjadi. Apalagi jika dilakukan secara rutin, maka sel-sel yang rusak dapat segera tergantikan. Regenerasi pun berlangsung lancar. Alhasil, tubuh senantiasa bugar.

Gerakan terakhir, yaitu salam dan menengok ke kiri dan kanan punya pengaruh besar pada ke­kencangan. kulit wajah. Gerakan ini tak ubahnya relaksasi wajah dan leher. Yang tak kalah pentingnya, gerakan ini menghindarkan wanita dari serangan migrain dan sakit kepala lainnya.

Shalat Bikin Otak Kita Sehat...

Salah satu nikmat besar diantara nikmat yang lain yang masih misteri yang terdapat dalam Shalat adalah : “ Shalat Bikin Otak Kita Sehat...”

Yakinlah apabila kita melakukan shalat dengan benar, khusyu’ dan tepat waktu ( mengutamakan shalat dulu dari pada urusan perut dan masalah dunia lainnya) niscaya masih cukup banyak rahasia2 illahi lain yang akan kita nikmati yang kini mungkin belum terungkap.

Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)". Hadist Riwayat Tabrani.

Sholat itu Bikin Otak Kita Sehat "Maka dirikanlah Shalat karena Tuhanmu dan Berkurbanlah" (Q.S Al Kautsar:2)

Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ?

Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya didalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan .......baca selengkapnya..!penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran.

Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu itu telah membukasebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran. Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf didalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal.

Setelah membuat kajian yang memakan waktu akkhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf didalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah.

Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.

Kesimpulannya :

Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi lagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan Secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.

"Anda ingin beramal shaleh...?
Tolong kirimkan kepada rekan-rekan muslim lainnya yang anda kenal !!!

PUASA BIKIN SEHAT

Oleh BA

SehatSAAT memasuki bulan suci Ramadhan, menjadi kewajiban umat Muslim yang beriman untuk menjalankan puasa. Umat Islam harus menahan lapar dan haus meski suasana siang hari begitu menyengat. Jika puasa dilandasi keimanan dan keikhalasan, maka perjuangan seharian menahan lapar dan haus tiada berarti apa-apa. Apalagi, puasa ternyata juga menyimpan sejumlah manfaat, termasuk salah satunya adalah manfaat kesehatan. Penelitian menunjukkan, puasa sangat baik dilakukan oleh orang yang kadar kolesterol di dalam darahnya tinggi. Kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang bisa mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Bila hal ini terjadi di otak, maka terjadilah stroke, dan bila terjadi di daerah jantung maka timbullah penyakit jantung.

Dari hasil penelitian pula diketahui,\npuasa bisa meningkatkan kolesterol baik (HDL) sebanyak 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekira 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol jahat (LDL).

Bahkan, puasa juga mampu mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Radikal bebas oksigen yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekira 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas.

Selain itu, bagi yang sehat, puasa akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2.

Sebab, pada saat berpuasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang. Hal ini akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe-2.

Manfaat puasa yang lain? Masih banyak. Misalnya, mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh, membantu menurunka n tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun, dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa, penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik, puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase

spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa”

Dari hasil penelitian pula diketahui, puasa bisa meningkatkan kolesterol ‘baik’ (HDL) sebanyak 25 titik, dan menurunkan lemak trigliserol sekira 20 titik. Lemak trigliserol merupakan bahan pembentuk kolesterol ‘jahat’ (LDL).

Bahkan, puasa juga mampu mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen). Radikal bebas oksigen yang berlebihan di dalam tubuh akan mengurangi aktivitas kerja enzim, menyebabkan terjadinya mutasi, dan kerusakan dinding sel. Ada sekira 50 penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke, dicetuskan dan diperparah oleh senyawa radikal bebas.

Selain itu, bagi yang sehat, puasa akan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes tipe-2. Sebab, pada saat berpuasa, dengan sendirinya konsumsi kalori secara fisiologis akan berkurang. Hal ini akan mengurangi sirkulasi hormon insulin dan kadar gula darah. Lebih jauh, hal ini akan meningkatkan sensitivitas hormon insulin dalam menormalkan kadar gula darah. Pengontrolan gula darah yang baik akan mencegah penyakit diabetes tipe-2.

Manfaat puasa yang lain? Masih banyak. Misalnya, mendorong terjadinya rejuvinasi (pergantian) sel-sel tubuh, membantu menurunkan tekanan darah bagi yang menderita tekanan darah tinggi. Berat badan juga akan turun, dispepsia (maag) fungsional kebanyakan akan membaik berkat puasa, penyakit kulit khususnya jamur akan lebih cepat membaik, puasa dapat meningkatkan volume semen, persentase spermatozoa hidup dan jumlah total spermatozoa. (diolah dari berbagai sumber)

Kebersihan Suami Istri

Oleh Bahron Ans.

Kesehatan merupakan salah satu nikmat besar dari Allah yang patut dijaga di samping ia merupakan sumber ketenangan rumah tangga, bagaimana tidak demikian sementara segala aktifitas dan kegiatan kita demi menjaga kelangsungan rumah tangga tidak terlaksana dengan maksimal tanpanya, ia bukan satu-satunya sumber ketenangan rumah tangga akan tetapi percayalah bahwa tanpanya rumah tangga akan berkurang ketenangan dan kebahagiaannya sesuai dengan kadar hilangnya nikmat Allah yang satu ini.

Bayangkan diri Anda sebagai suami sementara istri sedang sakit, Anda dituntut menunaikan tugas sehari-hari istri di rumah sementara Anda juga harus menunaikan tugas Anda sebagai pencari nafkah di luar rumah, bukankah Anda akan kelimpungan? Atau sebaliknya Anda sebagai istri sementara sementara suami sedang sakit, Anda di tuntut merawat suami di samping Anda tetap harus menunaikan tugas-tugas Anda sebagai istri, belum lagi jika dengan sakitnya tersebut suami tidak bisa bekerja padahal penghasilannya tergantung kepada pekerjaannya itu, betapa kacaunya Anda.

Tidak ada jalan lain bagi suami istri agar hal seperti ini tidak terjadi selain berusaha menjaga kesehatan, karena ilmu kesehatan menyatakan bahwa kebersihan merupakan pangkal kesehatan, maka menjaga kesehatan identik dengan menjaga kebersihan dan kita semua mengetahui bahwa penyakit berikut pemicunya identik dengan kekotoran dan kejorokan.

Sebagai suami istri muslim tentunya kita telah memahami dan mengetahui bahwa kebersihan merupakan perkara yang ditekankan oleh Islam dalam kehidupan sehari-hari, ia sudah disuarakan oleh Islam sejak empat belas abad yang silam, pada zaman di mana manusia belum ada yang mengenal dasar-dasar kesehatan, disyariatkanya bersuci atau thaharah di mana ia menjadi sebuah bab tersendiri yang dikaji panjang lebar sekaligus mendetail oleh para fuqaha adalah bukti kongkrit yang berbicara tentang hal itu.

Berikut ini penulis paparkan sisi-sisi kebersihan yang patut diperhatikan oleh suami istri:

Kedua Tangan

Siapa pun mengetahui bahwa tangan adalah anggota tubuh yang paling beresiko dan paling rentan terkena kotoran, hal ini karena tangan merupakan alat bekerja dan beraktifitas, hampir semua pekerjaan dan aktifitas dikerjakan dengan tangan, pada saat yang sama tangan merupakan anggota yang paling akrab dengan anggota tubuh yang lain, misalnya kita mengucek mata dengan tangan, mengupil dengan tangan, menggaruk dengan tangan bahkan apa yang kita suapkan ke mulut lalu selanjutnya masuk ke dalam perut sebagai makanan yang menjadi sumber hidup kita melalui perantara tangan.

Setelah ini silakan Anda membayangkan sendiri jika kebersihan kedua tangan tidak diberi perhatian yang memadahi oleh suami istri, bukankah ia bisa menjadi sarang kuman pemicu penyakit yang menyerang tubuh? Lebih-lebih istri yang menyiapkan makanan keluarga, jika yang bersangkutan tidak memperhatikan kebersihan kedua tangannya maka dia bisa meracuni dirinya sendiri, suami dan anak-anaknya.

Dari sini Islam mengajak umatnya memperhatikan kebersihan kedua tangan, Islam menjadikan membasuh kedua tangan sebagai salah satu sunnah wudhu, menjadikan menyentuh kelamin, bagian tubuh yang paling erat kaitannya dengan kotoran karena ia adalah saluran pembuangan –menurut pendapat yang rajih- sebagai salah satu pembatal wudhu, kalau wudhu batal maka otomatis yang bersangkutan akan membasuh tangannya pada saat wudhu berikutnya.

Islam mengajak membersihkan kedua tangan dalam kondisi di mana kita tidak mengetahui status kebersihan keduanya, dalam kondisi tidur misalnya, kita tidak memastikan keberadaan kedua tangan kita dan keduanya menyentuh apa, tidak menutup kemungkinan keduanya atau salah satunya menyentuh salah satu dari dua jalan, dari sini maka Rasulullah saw mengajak umatnya mencuci kedua tangan sehabis bangun tidur.

إِذَا سْـتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِهِ فَلاَ يَغْـمِسْ يَدَهُ فِي الإِنَاءِ حَتىَّ يَغْـسِلَهَا فَإِنَّهُ لاَيَدْرِيْ أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

“Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia mencelupkan tangannya ke dalam bejana sehingga dia membasuhnya karena dia tidak mengetahui di mana tangannya bermalam.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Islam mengajak membersihkan kedua tangan sebelum makan, hal ini bisa kita pahami dari kewajiban makan dengan tangan kanan, sebab bagaimanapun tangan kanan lebih kecil interaksinya dengan kotoran, karena pada prinsipnya tangan kanan memang digunakan untuk perkara-perkara yang baik dan bersih, dari sini pula kita mengetahui bahwa orang yang melalaikan kewajiban makan dengan tangan kanan dan dia dia makan dengan tangan kiri lebih beresiko terkena bibit penyakit karena interaksi tangan kiri dengan kotoran lebih intens.

Islam juga mengajak umatnya agar tidak membiarkan sisa-sisa makanan yang menempel di tangan tanpa membersihkannya, karena hal itu bisa menjadi perantara lahirnya kuman penyakit.

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa bermalam sementara di tangannya terdapat sisa-sisa makanan lalu dia terkena sesuatu maka janganlah dia menyalahkan selain dirinya sendiri.” (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim, lihat Shahih al-Jami’ ash-Shaghir nomor 6115).

Kita juga mengetahui bahwa beristinja` dengan tangan kanan dilarang, karena apa yang keluar dari dua jalan merupakan kotoran yang berbahaya jika tersentuh dengan tangan kanan lalu tangan tersebut dipakai menyuapkan makanan ke dalam mulut atau menyentuh bagian tubuh lain yang sensitif, mata misalnya.

Kita mengetahui bahwa kedua tangan dengan jari-jarinya memiliki kuku yang tumbuh, di baliknya bisa tersimpan kotoran yang menjadi bibit bagi penyakit yang tidak nampak oleh mata telanjang walaupun sepintas ia bersih, akan tetapi tetap tidak ada yang bisa menjamin bahwa ia steril dari bibit-bibit penyakit.

Islam mengajak umatnya memotong kuku, Islam menjadikannya sebagai salah satu sunnah fitrah. Sabda Nabi saw,

الفِطْرَةُ خَمْسٌ : الخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيْمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبِطِ .

“Fitrah ada lima: khitan, mencukur bulu kelamin, menggunting kumis, memotong kuku dan mencabut bulu ketiak.” (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Anas).

Dari sini merawat dengan cara memanjangkan kuku bukan termasuk tuntunan Islam walaupun sebagian kaum muslimin khususnya para wanita melakukannya, pelakunya menyelisihi fitrah, di samping dia lebih beresiko terjangkit penyakit akibat kuman yang tersimpan di balik kukunya. Islam memang agama yang menyayangi manusia lebih dari manusia kepada dirinya, adakah yang mengambil pelajaran

Mulut

Salah satu bagian tubuh yang perlu diperhatikan kebersihannya oleh suami istri adalah mulut, hal ini karena mulut merupakan satu-satunya jalan masuk bagi makanan ke dalam tubuh, karena ia adalah jalan maka secara otomatis terdapat sisa-sia makanan yang tertinggal di sana yang apabila dibiarkan akan menjadi sarang berkembangnya bibit penyakit, di samping menumpuknya sisa makanan bisa merusak gusi dan gigi. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah aroma yang keluar dari mulut menjadi tidak sedap, membuat lawan bicara terganggu, bukankah lawan bicara terdekat kita adalah suami atau istri kita?

Tidak sampai di sini, membiarkan dan menelantarkan kebersihan mulut bisa menjadi pemicu ketidakmesraan suami istri, mengapa? Karena seperti yang telah diketahui bersama bahwa salah satu sarana kemesraan suami istri adalah kedekatan fisik yang salah satunya adalah ciuman, dan ciuman terbaik dan terkasih antara suami istri adalah ciuman bibir, kalau mencium pipi dan kening maka itu untuk anak-anak atau orang lain, untuk istri atau suami adalah yang spesial yaitu bibir.

Sekarang Anda bayangkan bagaimana perasaan Anda pada saat hendak mencium istri atau suami di bibirnya, tiba-tiba yang tercium oleh Anda adalah bau naga alias bau mulut yang terkenal sebagai salah satu bau yang tidak sedap? Mau? Terserah Anda, akan tetapi penulis yakin siapa pun tidak menyukai bau yang tidak sedap. Jika Anda tidak menginginkan hal ini untuk diri Anda, tentunya tidak adil kalau Anda menginginkannya untuk pasangan Anda.

Terkait dengan kebersihan mulut demi menjaga baunya agar senantiasa netral maka penulis menyarankan jika Anda adalah suami perokok maka segera hentikan, karena kasihan istri Anda, pada saat Anda menyorongkan bibir ke bibirnya, itulah saat-saat yang sangat menyiksanya tetapi dia tidak berani menolak, hendaknya suami perokok menyadari, kalau istri bisa memilih antara perokok dengan bukan perokok pasti dia akan memilih yang kedua, sebab dia bisa menikmati, tanpa takut bau rokok yang busuk itu, ciuman mesra dari suami.

Dari sini Rasulullah saw mengajak umatnya membersihkan mulut dengan alat yang ada pada masa beliau bahkan tetap yang terbaik sampai saat ini yaitu siwak setiap saat, beliau menyatakan bahwa di samping bersiwak itu mendatangkan ridha ar-Rabb, ia juga menyucikan mulut.

عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : السِّوَاكُ مَطْهَرَةٌ للْفَمِ ، مَرْضَاةٌ للِرَّبِّ

Dari Aisyah bahwa Nabi saw bersabda, “Siwak itu menyucikan mulut, mendatangkan ridha Rabbi.” (HR. an-Nasa`i, Ibnu Khuzaemah, Ibnu Hibban dan al-Bukhari secara muallaq, dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib nomor 209).

Beliau juga menegaskan pentingnya bersiwak pada kondisi-kondisi tertentu seperti pada saat berwudhu, pada saat hendak shalat, pada saat membaca al-Qur`an dan pada saat bangun malam. (Pembaca bisa merujuk link fikih dalam situs ini, penulis telah menjelaskan masalah ini di sana).

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Hudzaefah berkata, “Apabila Nabi saw bangun malam beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.”

Dari kebiasaan Nabi saw yang bersiwak setiap bangun malam para fuqaha menyatakan bahwa siwak ditekankan pada saat bau mulut berubah di mana salah satu sebab perubahannya adalah tidur. Dan perubahan bau mulut tidak hanya karena tidur, bisa karena makan sesuatu yang memang berbau, bisa karena diam yang lama, bisa karena minum sesuatu, atau hal-hal lain, dalam kondisi-kondisi inilah siwak ditekankan.

Sebagai suami muslim atau istri muslimah, jika Anda menjaga kebersihan mulut dengan bersiwak atau menggosok gigi, di samping Anda mendapatkan manfaat kesehatan, Anda juga mendapatkan manfaat ibadah, dan terkait dengan hubungan Anda dengan pasangan, Anda bisa menikmati salah satu kenikmatan halal rumah tangga yaitu ciuman bibir suami atau istri tanpa risih dan terganggu oleh bau “harum” dari pasangan. Pastikan Anda melakukannya.

Hidung

Salah satu bagian tubuh yang layak diberi perhatian terhadap kebersihannya adalah hidung, karena ia merupakan saluran nafas dan kita semua telah mengetahui bahwa tidak semua udara yang kita hirup melalui hidung bersih, ada udara-udara kotor yang mau tidak mau kita menghirupnya, kecuali jika kita mau tidak bernafas, khususnya bagi Anda yang tinggal di kota-kota besar di mana udaranya sudah tercemar oleh berbagai limbah dan Anda tidak mungkin istirahat bernafas.

Udara yang kita hirup, yang tidak steril dari pencemaran ini meninggalkan endapan-endapan dalam lorong hidung yang akan menimbulkan masalah atau penyakit di kemudian hari jika tidak dibersihkan. Di sinilah kita sebagai muslim patut berbangga kepada Islam karena ia telah mensyariatkan istinsyaq, menghirup air ke hidung untuk membersihkannya, pada saat-saat tertentu, misalnya pada saat berwudhu atau pada saat bangun tidur.

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبي صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قال : مَنْ تَوَضَّأَ فَلْيَسْتَنْثِرْ.

Dari Abu Hurairah dari Nabi saw bersabda, “Barangsiapa siapa berwudhu maka hendaknya dia beristintsar.” (HR. al-Bukhari).

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ النَّبي صلى الله عليه وسلم قال : إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ مَنَامِيْهِ فَلْيَسْتَنْثِرْ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَبِيْتُ عَلىَ خَيَاشِيمِهِ .

Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, “Jika salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya maka hendaknya dia beristintsar tiga kali karena setan bermalam dalam lorong hidungnya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Rambut

Rambut merupakan salah satu perhiasan bagi manusia sekaligus pelindung bagi kepala, tanpa perhatian dan perawatan: disisir, dibersihkan dan dicuci, ia tidak akan tumbuh baik dan alami, bahkan ia mungkin rusak, tidak sampai pada batas ini, membiarkan rambut tanpa dibersihkan menjadikannya sebagai sarang bagi debu dan keringat yang pada akhirnya berubah menjadi daki, selanjutnya kulit kepala menebal lalu muncul gata-gatal yang jika digaruk mungkin mengakibatkan lecet, di samping itu tumpukan daki ini bisa melahirkan kutu yang membuat kepala menjadi sangat tidak nyaman.

Rambut dalam kehidupan suami istri memiliki peran dalam menjaga kedekatan dan kemesraan, bukankah ada ungkapan, “Kubelai rambutmu.” Membelai rambut merupakan salah satu ekpresi cinta kasih suami kepada istri atau sebaliknya, oleh karena itu rata-rata pria lebih menyukai wanita yang berambut panjang sehingga dia bisa membelainya sebagai bahasa perhatian dan kasih sayang kepadanya, sekarang bayangkan jika rambut yang Anda belai kusam, awut-awutan,kumal dan berbau? Jika Anda sebagai suami atau istri, penulis yakin Anda pasti malas melalukannya, padahal dengan itu suami atau istri telah kehilangan salah satu bahasa cinta kepada pasangannya.

Ada satu lagi ekspresi kasih sayang dan kemesraan suami istri yang berhubungan dengan rambut yaitu berpelukan, jika suami istri berpelukan maka posisi kepala istri biasanya di dada atau di leher suami, hal ini karena pada umumnya wanita lebih pendek postur tubuhnya daripada laki-laki, dalam kondisi demikian maka yang berada di depan hidung adalah kepala dengan rambutnya, bagaimana jika rambut itu selama satu minggu tidak di cuci? Silakan dinikmati, anggaplah itu sebagai bagian Anda, itu kalau Anda setuju.

Ada satu lagi ekspresi kasih sayang dan kemesraan suami istri yang berhubungan dengan rambut yaitu menyandarkan kepala di dada, ini bukan saja kesukaan suami, tetapi istri juga menyukainya, biasanya istri melakukan ini sebagai wujud dari kemanjaannya atau karena dia merasa aman dengan perlindungan dari suami, maka dia mengungkapkannya dengan menyandarkan kepalanya ke dada suami.

Kalau bagi suami, perkara menyandarkan kepala adalah salah satu kesukaannya, karena di samping dia tidak mendapatkan tempat lain dan itu merupakan tempat yang paling pas, adakah menyandarkan kepala di punggung atau di kaki atau di tempat lain? Suami juga mendapatkan kedamaian, ketenangan, belaian kasih dan hal lain yang hanya diketahui dan dirasakan oleh suami sendiri.

Nah, dalam posisi suami atau istri menyandarkan kepala di dada, apa yang ada di depan hidung Anda? Bagaimana jika kepala pasangan berbau tengik karena dia lalai dalam merawat dan memperhatikan rambutnya? Bisa dipastikan acara menyandarkan kepala di dada tidak berlangsung lama, bahkan langsung bubar pada saat itu juga. Sebaliknya jika rambut pasangan harum, lembut dan teratur maka Anda akan merasakan betapa pendeknya waktu, atau bisa-bisa Anda melupakan yang lain, tidak perlu khawatir masih ada kesempatan di depan, perkaranya ada di tangan Anda.

Dengan keterangan penulis ini masihkah Anda wahai suami muslim, wahai istri muslimah, menyia-nyiakan dan menelantarkan rambut Anda?

Kalau begitu penulis akan menambahkan keterangan tentang perkara ini dengan menukil sebagian hadits-hadits Rasulullah saw yang mendorong dan mengajak seorang muslim agar memperhatikan dan menata rambutnya, penulis berharap pembaca mengetahui betapa sempurna dan luhurnya agama Islam, sampai urusan rambut tidak luput dari perhatiannya, hal ini semata-mata agar setiap muslim berpenampilan bersih dan rapi sebagai cermin bagi agamanya yang memang mengajak kepada kebersihan.

Imam Abu Dawud meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa memiliki rambut maka hendaknya dia memuliakannya.” Memuliakan rambut adalah dengan menyisir dan membersihkannya.

Dari Abu Qatadah bahwa dia mempunyai rambut yang tebal, dia bertanya kepada Nabi saw, maka beliau memintanya agar merawatnya dan menyisirnya setiap hari. (HR. an-Nasa`i).

MENIKAH, LUAAAAARBIASA

Oleh BA

Berikut beberapa alasan mengapa harus menikah, semoga bisa memotivasi kaum muslimin untuk memeriahkan dunia dengan nikah.

1. Melengkapi agamanya

“Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.” (HR. Thabrani dan Hakim).

2. Menjaga kehormatan diri

“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya.” (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

3. Senda guraunya suami-istri bukanlah perbuatan sia-sia

“Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.?” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309).

Hidup berkeluarga merupakan ladang meraih pahala.

4. Bersetubuh dengan istri termasuk sedekah

Pernah ada beberapa shahabat Nabi SAW berkata kepada beliau? “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka?”

Beliau bersabda? “Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah?” Mereka bertanya? “Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala??”

Beliau menjawab? “Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu??” (Mereka menjawab, ? “Ya, tentu.?”

Beliau bersabda? “Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala.?” (Beliau kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda? “Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka?at Dhuha.?)” (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).

5. Adanya saling nasehat-menasehati

6. Bisa mendakwahi orang yang dicintai

7. Pahala memberi contoh yang baik

“Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun.?” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang yang pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)

Bagaimana menurut Anda bila ada seorang kepala keluarga yang memberi contoh perbuatan yang baik bagi keluarganya dan ditiru oleh istri dan anak-anaknya? Demikian juga sebaliknya bila seorang kepala keluarga memberi contoh yang jelek bagi keluarganya?

8. Seorang suami memberikan nafkah, makan, minum, dan pakaian kepada istrinya dan keluarganya akan terhitung sedekah yang paling utama. Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah. Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda, “Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu.?” (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah.?” (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Seorang suami lebih utama menafkahkan hartanya kepada keluarganya daripada kepada yang lain karena beberapa alasan, diantaranya adalah nafkahnya kepada keluarganya adalah kewajiban dia, dan nafkah itu akan menimbulkan kecintaan kepadanya.

Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: ?Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?? Beliau menjawab dengan bersabda, “Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah kamu memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka.?” (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang ditulis pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu.?” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga)

Dari Abdullah bin Amr bin ?Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang harus diberi belanja.?” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Dan akan diganti oleh Allah, ini janji Allah. “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya.?” (QS. Saba’: 39).

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda, “Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: ?Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya.? Dan yang lain berdoa: ?Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir.?” (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

9. Seorang pria yang menikahi janda yang mempunyai anak, berarti ikut memelihara anak yatim

Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.

1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (An Nur: 32)

2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Etika Bertetangga

Oleh Bahron Anshori

Tetangga adalah orang terdekat dengan kita. Menghormati mereka adalah kebaikan yang wajib dipelihara. Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah RA, “….Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan, “Hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. (Muttafaq’alaih).

Ada beberapa etika mulia dalam bertetangga. Karena itu, sebagai muslim yang menjadikan Rasulullah SAW sebagai satu-satunya teladan dalam kehidupan ini, maka ada beberapa etika yang harus diperhatikan dalam bertetangga. Antara lain; pertama, bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita, tidak membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara, dan kita tidak boleh melampaui batasnya, apakah merusak atau mengubah miliknya, karena hal tersebut menyakiti perasaannya.

Kedua, kita wajib memelihara hak-hak tetangga di saat mereka tidak di rumah. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil; dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan, serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka.

Ketiga, tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka, seperti suara radio atau TV, atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran, atau menutup jalan bagi mereka. Rasulullah SAW bersabda, “Demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman; demi Allah, tidak beriman! Nabi ditanya, "Siapa, wahai Rasulullah? Nabi menjawab, “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya”. (Muttafaq’alaih).

Keempat, jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka, dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.

Kelima, hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzarr: “Wahai Abu Dzarr, apabila kamu memasak sayur (daging kuah), maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. (HR. Muslim).

Keenam, hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka; kita jenguk bila ia sakit, kita tanyakan apabila ia tidak ada, bersikap baik bila menjumpainya; dan hendaknya kita undang untuk datang ke rumah. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita.

Ketujuh, hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru, bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka. Terakhir, hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita. Rasulullah SAW bersabda, “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah…. Disebutkan di antaranya- :Seseorang yang mempunyai tetangga, ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya, namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). Wallahu'alam.

Mencuri

Oleh Bahron Anshori

“Sesungguhnya, yang dapat membinasakan orang-orang sebelum kamu adalah, apabila ada dari kelompok yang terhormat melakukan pencurian, maka ia terbebas dari had (hukumannya), sedang apabila dari kelompok yang lemah melakukan pencurian, maka mereka menegakkan had (hukumannya) dengan (memotong tangannya). Demi zat yang diriku dalam kekuasaan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad melakukan pencurian, pasti akan aku potong tangannya.”(HR. Muttafaq Alaih)

Mencuri selain merupakan perbuatan tercela juga merupakan dosa besar yang sangat dilarang dalam Islam. Secara umum yang dinamakan dengan mencuri adalah mengambil hak milik orang lain yang disimpan tanpa minta izin kepada pemiliknya. Salah satu contoh mencuri adalah melakukan korupsi. Korupsi merupakan salah satu bentuk pencurian terhadap hak milik negara atau rakyat kecil. Termasuk dalam kategori mencuri adalah menyalahgunakan tanggung jawab untuk meraih sesuatu yang bisa diraihnya.

Mencuri, selain meresahkan kehidupan bermasyarakat, juga merupakan perbuatan menzalimi diri sendiri dan orang lain. Pelakunaya kelak akan mendapat siksaan dari Allah SWT baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT berfirman, “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan kedua-duanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Maidah: 38)

Dalam ayat di atas, Allah SWT menetapkan hukuman untuk memotong tangan orang yang mencuri. Secara psikologis hukum memotong tangan orang yang mencuri lebih berat dari bentuk hukuman dalam bentuk apapun. Memotong tangan dalam Islam bukanlah bentuk kekejaman melainkan sebagai bukti mulianya syariat Islam. Tujuannya, membuat jera bagi pelaku dan orang yang punya niat mencuri.

Namun demikian, tidak setiap pencuri harus dipotong tangannya. Sebab ada tingkatan-tingkatan dalam jumlah yang dicurinya. Rasulullah SAW sudah memberi batasan yang jelas dalam masalah ini. Nabi SAW bersabda, “Janganlah kamu sekali-kali memotong tangan pencuri yang mencuri nilainya kurang dari seperempat dinar.” (HR. Muslim)

Dalam hadis lain dari Aisyah radiallahu’anha, katanya, “Adalah Rasulullah SAW memotong tangan pencuri yang nilainya sampai seperempat dinar atau lebih.” (HR. Muttafaq Alaih).

Jika satu dinar dirupiahkan berkisar Rp 32.000,- sampai Rp 40.000,- , maka bagaimana dengan orang yang tega melakukan pencurian uang negara atau rakyat kecil dengan jumlah milyaran rupiah? Pantaskah mereka dibiarkan lolos, dinyatakan tidak bersalah atau dihukum sebatas formalitas semata?

Ingat, negeri ini juga lambat laun akan hancur jika para penegak hukum membiarkan para orang terhormat melakukan korupsi dan membebaskan mereka dari hukuman, sementara mereka (penegak hukum) akan segera menghukum jika yang mencuri itu dari orang lemah di antara mereka (rakyat kecil). Wallahua’lam.

Manusia, Makhluk Terindah

Oleh Bahron Anshori

Manusia adalah makhluk paling indah. Ini seperti yang dijelaskan Allah SWT, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka)." (QS. At Tiin [95] : 4-5).

Ayat di atas selain menerangkan penciptaan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, juga menjelaskan tentang manusia akan dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka). Konsekuensinya, manusia akan menjadi makhluk terindah bila ia konsisten melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya. Dalam ayat selanjutnya Allah SWT menegaskan, "Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya." (QS. At Tiin [95] : 6).

Banyak keistimewaan yang dimiliki oleh manusia. Selain merupakan makhluk yang paling mulia (QS. Al Israa [17] : 70), manusia juga merupakan makhluk yang paling disukai Allah SWT. Tanda cinta Allah kepada manusia itu adalah dengan diciptakannya semua yang ada di jagat raya ini untuk manusia. Allah SWT berfirman, "Allah-lah yang menundukkan laut untukmu agar kapal-kapal dapat berlayar di atasnya dengan perintah-Nya, dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya, dan agar kamu bersyukur. Dan Dia menundukkan apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi untukmu semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya…" (QS. Al Jatsiyah [45] : 12-13)

Di sisi lain, manusia dikatakan sebagai makhluk terindah karena memiliki akal pikiran. Dengan akal itu manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dengan akal itu pula, manusia mampu menambah ilmu dan wawasan sehingga bisa bermanfaat bagi makhluk hidup disekitarnya. Kemampuan untuk bisa membedakan mana yang baik dan yang buruk menunjukkan bahwa manusia juga makhluk yang cerdas. Kecerdasan yang dimiliki itu tidak lain adalah anugerah dari Allah. Dia yang telah mengajarkan manusia tentang nama segala sesuatu sehingga manusia bisa mengenalnya. Allah SWT berfirman, "Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman, 'Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar.'" (QS. Al Baqarah [2] : 31)

Sejatinya kita sebagai makhluk terindah dan mulia tidak seperti pepatah 'kacang lupa akan kulitnya.' Tentu dengan segala potensi yang Allah berikan secara gratis pada kita, mampu meningkatkan amal ibadah dan rasa syukur kita pada-Nya. Semakin bersyukur kita pada-Nya, maka semakin banyak nikmat yang diberi. Allah SWT berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih." (QS. Ibrahim [14] : 7)

Mari kita berusaha seraya memohon pertolongan Allah untuk mempertahankan predikat sebagai makhluk terindah yang dilekatkan pada kita. Wallahua’lam

Sabtu, 19 April 2008

MENCINTAI MASJID

Oleh Abu Labib ‘Abdullah

Masjid merupakan salah satu sarana pembinaan umat yang mendapat perhatian begitu besar dari Rasulullah SAW. Karena itu, pada saat singgah di Quba dalam perjalanan hijrah ke Madinah, beliau membangun masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Quba, bahkan ketika sampai di Madinah, bangunan pertama yang didirikan adalah masjid yang kemudian diberi nama dengan masjid Nabawi.

Rasulullah menyatakan pula bahwa kedudukan tinggi akan diraih oleh orang-orang yang memiliki perhatian terhadap masjid. Orang yang membangun masjid di dunia misalnya, akan dibangunkan istana di dalam surga. Begitu pula dinyatakan bahwa yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. (QS. At Taubah: 18).

Karena itu, setiap muslim harus memiliki perhatian dan cinta yang besar kepada masjid. Kecintaan yang besar kepada masjid akan membuat seorang muslim memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pemakmurannya.Yang menjadi persoalan kemudian adalah, bagaimana setiap muslim membuktikan rasa cinta kepada masjid itu ?

Tanda Orang Mencintai Masjid

Tanda-tanda kecintaan seorang muslim terhadap masjid di antaranya, pertama, rindu pada masjid. Cinta pada sesuatu biasanya membuat seseorang rindu pada sesuatu itu karena memang hatinya telah terikat dan terpaut kepadanya. Karena itu, kecintaan seorang muslim kepada masjid seharusnya membuat hatinya selalu terpaut kepadanya sejak ia keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid.

Ketika seseorang telah memiliki ikatan hati yang begitu kuat dengan masjid, maka dia akan menjadi salah satu kelompok orang yang kelak akan dinaungi oleh Allah SWT pada hari akhirat, "Ada tujuh golongan orang yang akan dinaungi Allah yang pada hari itu tidak ada naungan kecuali naungan Allah, di antaranya seseorang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid ketika ia keluar hingga kembali kepadanya" (HR. Bukhari dan Muslim).

Kedua, berkorban untuk masjid. Ketika seseorang hendak memakmurkan masjid, maka diperlukan pengorbanan yang besar, baik harta, jiwa, tenaga, waktu, pikiran, ilmu, serta pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki. Bahkan Rasulullah SAW sendiri ketika membangun masjid, beliau rela memikul batu bata hingga para sahabat pun semakin semangat untuk bekerja.

Disamping itu, ketika ada sahabat yang menjadi jamaah masjid mengalami kesulitan ekonomi, beliau korbankan hartanya untuk membantu sahabat yang sulit itu hingga teratasi kesulitannya. Yang jadi pertanyaan, mengapa untuk membangun rumah Allah yang haq saja sebagian muslimin masih merasa enggan?

Ketiga, membersihkan masjid. Kecintaan seorang muslim pada suatu benda biasanya membuatnya harus selalu memperhatikan dan merawat benda itu. Begitu juga semestinya kecintaan seorang muslim kepada masjid. Karena itu, masjid yang dimiliki harus terawat dan terpelihara kebersihan dan kenyamanannya, bahkan sangat dianjurkan untuk memberi wewangian agar menjadi harum baunya, baik pada ruang peribadatan, ruang pertemuan maupun ruang wudhu dan kamar mandi.

Tapi hari ini, banyak masjid-masjid kaum muslimin yang tidak terpelihara kebersihannya, sehingga kesegaran dan kenyamanan di dalam masjid tak didapatkan.

Padahal, jauh-jauh hari Rasulullah SAW memerintahkan setiap muslim untuk menjaga kebersihan masjid. Dari Aisyah ra, ujarnya, "Rasulullah SAW memerintahkan membangun masjid di kampung dan membersihkan serta memberinya wangi-wangian." (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi).

Keempat, rajin mendatangi masjid. Kecintaan seorang muslim terhadap masjid, bisa terlihat dari rajinnya ia mendatangi masjid itu. Tujuannya, jelas selain untuk melaksanakan shalat berjama'ah (khusus muslimin) juga untuk melaksanakan ibadah lainnya.

Rajinnya seseorang mendatangi masjid untuk beribadah, menjadi salah satu tanda bahwa ia adalah orang yang benar imannya. Rasulullah SAW bersabda, "Apabila kamu sekalian melihat seseorang biasa ke masjid, maka saksikanlah bahwa ia benar-benar beriman." (HR. Tirmidzi).

Kelima, tidak menyalahgunakan masjid. Masjid merupakan sarana untuk mengagungkan asma Allah SWT dengan segala aktivitas yang tidak bertentangan dengan ketentuan-Nya. Karena itu, Allah dan Rasul-Nya melarang seseorang yang berada di masjid untuk melakukan dua hal.

Pertama, menjadikan masjid sebagai tempat untuk jual beli, "Bila kamu melihat orang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah kepadanya: “Semoga Allah tidak menguntungkan perdagangan kamu." (HR. Nasa’i dan Tirmidzi).

Kedua, mencari barang yang hilang, “Barangsiapa mendengar seseorang mencari sesuatu yang hilang dalam masjid, hendaklah dikatakannya, “Semoga Allah tidak mengembalikannya kepadamu”, sebab masjid didirikan bukan untuk itu." (HR. Muslim).

Keenam, menghormati masjid. Bila seseorang cinta pada orang lain, biasanya ia akan menghormati orang yang dicintainya itu dengan berbagai cara yang baik. Demikian pula halnya dengan kecintaan seorang muslim kepada masjid. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menunjukkan penghormatan kepada masjid. Penghormatan itu antara lain;

Pertama, melaksanakan shalat tahiyyatul masjid ketika memasukinya. Rasulullah SAW bersabda, "Bila salah seorang di antara kamu datang ke masjid, maka hendaklah ia shalat dua rokaat sebelum duduk." (HR. Jamaah dari Abu Qatadah)

Kedua, jangan mendatangi masjid dengan bau-bau yang tidak sedap seperti mulut yang bau bawang merah, bawang putih begitu pula bau rokok. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa makan bawang putih, bawang merah, maka janganlah sekali-kali mendekati masjid kami, sebab malaikat merasa terganggu oleh apa-apa yg mengganggu manusia.” (HR. Ahmad, Bukhari dan Jabir)

Ketiga, membuang segala kotoran dari dalam masjid, Rasulullah SAW bersabda, “Dihadapkan padaku semua pahala yang diperbuat umatku, sampai-sampai kepada satu kotoran yang dikeluarkan oleh seseorang dari dalam masjid." (HR. Abu Daud, dan Tirmdizi)

Dari uraian di atas, menjadi jelas bagi setiap muslim bahwa, masjid merupakan tempat yang harus dicintai sebagaimana seseorang mencintai rumahnya sendiri.

Oleh karena itu, perhatian seorang muslim kepada masjid harus selalu ditingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti banyak terjadi sekarang. Wallahua'lam.

Komentar Anda

Name :
Web URL :
Message :

Waktu Ibarat Pedang

ANDA PENGUNJUNG KE :

Arsip Blog

ABU LABIB 'ABDULLAH

Bogor, Indonesia
Saya lahir di desa Raja Basa Lama, Lampung Timur pada tanggal 5 September 1980. TK, SD, SMP dan SMK saya di Lampung. Alhamdulillah setelah itu saya bisa mengenyam pendidikan S1 di Bogor, tepatnya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fatah. Di sekolah tinggi itulah saya mulai memahami betapa pentingnya sebuah karya tulis. Di kampus sederhana itu saya menemukan jati diri untuk menjadi seorang penulis sejati. Dari kampus di pojok kota Bogor bagian timur itu juga saya mematrikan sebuah cita-cita ingin menjadi seorang Jurnalis Muslim intelektual. Dan di kampus itu pula akhirnya Allah mempertemukan saya dengan bidadari belahan jiwa. Ketika itu, saya sedang duduk di smester akhir. Biiznillah, ketika saya sudah diterima dan hendak melanjutkan mengkhitbah, tiba-tiba saya dikirim ke Aceh sebagai salah seorang tim jurnalis untuk melacak kristenisasi di Aceh. Saat itu Aceh sedang dilanda badai dahsyat, TSUNAMI...!