Jum'at, 08/02/08
oleh : Ahmad Soleh
Penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad oleh Barat belum menunjukkan tanda-tanda untuk berhenti. Sebagaimana diberitakan harian Republika, Jum’at, 18 Januari 2008 bahwa Politisi Austria Lecehkan Islam dan Nabi.
Saat berkampanye dalam pemilihan umum (pemilu) lokal Graz, senin (14/1), Susanne Winter, politisi Austria dari kubu konservatif, Partai Kebebasan, mengatakan Muhammad adalah seorang penyiksa anak dan menulis Al quran ketika serangan epilepsi menghantam dirinya. Pernyataan dan Sikap ini merupakan akumulasi dari ketakutan Winter dan orang-orang yang bersamanya terhadap Islam. Sayangnya akumulasi itu terjadi karena ketidaktahuannya kepada ajaran yang luhur ini atau kebenciannya terhadap Nabi dan Rasul yang berakhlak mulia dan syariah yang agung itu.
Sikap Winter dan kubunya menunjukkan pula sikap paranoidnya terhadap Islam, Nabi Muhammad dan Al qur’an. Tidak berbeda dengan keadaan di Amerika, negeri yang begitu getol menyuarakan Hak Asasi Manusia dan kebebasan beragama, mencuat kembali sikap paranoid itu akhir-akahir ini. Sehingga Barack Obama pun harus menegaskan bahwa dirinya bukan Muslim, bukan pengikut Nabi Muhammad dan bukan orang yang mengimani Al Quran.
Rahmatan Lil ‘Alamin
Pernyataan bahwa Nabi Muhammad adalah penyiksa anak adalah tuduhan yang diada-ada tanpa bukti yang bisa diterima dan tanpa fakta yang diakui akal sehat. Ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah ajaran yang membawa rahmat dan kasih sayang bagi seluruh alam. Bukan hanya bagi manusia atau anak kecil tapi juga bagi binatang, tumbuhan dan ciptan-ciptaan Allah yang lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan melalui kalam-Nya dalam Al-Qur’an Surat Al Anbiya (21) ayat 107 bahwa Dia mengutus Nabi Muhammad sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam.
Rahmatnya Islam dibuktikan dengan adanya ajaran kepada kepala keluarga Muslim, agar bertanggungjawab dan berupaya menjaga istri dan anak-anaknya dari siksa api Neraka. Ajaran itu menegaskan, sebagaimana termaktub dalam Al Quran Surat At Tahrim ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...” Lalu ajaran yang mana lagi yang lebih agung dari mengajarkan untuk menjauhi siksaan dahsyat yang abadi?.
Di tempat lain, banyak riwayat yang terjaga kebenarannya serta jujur orang-orang yang menyampaikannya, bahwa Nabi Muhammad mengajarkan untuk menyayangi dan mendidik anak-anak. Bahkan orang tua yang menyayangi anaknya, dalam ajaran Islam akan diberi oleh Allah berbagai kebaikan dan keni’matan, berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan dipenuhi berbagai perhiasan yang sangat indah. Mereka pun berhak mendapat do’a yang mulia dari anak-anak yang dididik dengan Islam dan ajaran Al Qur’an yang agung itu.
Shahabiah Nabi, Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Nabi tentang perlakuan baik terhadap anak-anaknya, “Ya Rasulullah, apakah akan mendapat pahala kalau aku membelanjai anak-anak Abu Salamah, sebab aku tidak bisa membiarkan mereka berkeliaran mencari makan ke sana ke mari, dan mereka pun adalah putra-putraku? Nabi menjawab, “Ya, bagimu pahala selama engkau membelanjai mereka.” Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhariy dan Muslim.
Bukhariy adalah Imam Hadis yang begitu teliti menilai apakah si penyampai berita (sanad) itu bisa diterima atau tidak. Sedangkan Imam Muslim adalah Ahli Hadis yang begitu bersungguh-sungguh mencermati matan hadis (isi berita).
Kemudian atas dasar apa Susanne Winter menuduh Rasulullah Shallallahu ‘alihi wa sallam sebagai penyiksa anak? Dan apa yang menyebabkan masyarakat Amerika Serikat begitu ketakutan jika kandidat presiden mereka, Barack Obama itu seorang Muslim, sehingga mereka pun berupaya menyudutkannya? Sungguh mereka telah menciptakan sikap paranoid sendiri!
Kebenaran Al Qur’an
Winterpun menuduh bahwa Al quran ditulis oleh Nabi Muhammad saat beliau mengalami epilepsi. Tuduhan ini lagi-lagi tidak beralasan.
Ajaran Islam sebagian besar termaktub dalam Al Quran yang berisi tentang bagaimana manusia harus berkeyakinan dengan benar serta beraktivitas dengan baik serta ajaran-ajaran yang mulia lainnya.
Al quran tidak ditulis oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, karena beliau bukanlah orang yang pandai menulis dan membaca (ummi). Dan semakin jelaslah hikmah mengapa beliau ummi. Salah satunya untuk menangkis penuduh, seperti Winter ini, bahwa Al quran adalah buatan atau tulisan Nabi Muhammad.
Dalam salah satu ayatnya, Al Qur’an menyatakan bahwa “Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” Pernyataan ini bisa ditemukan dalam Surat Al An’am (6) ayat 125.
Dari ayat ini bisa dipahami bahwa selain para penghina Al quran itu sesak dadanya, hal inipun menunjukkan bahwa Al quran sudah berbicara masalah ilmu pengetahuan yang belum diketahui saat itu, tentang kandungan oksigen. Semakin keatas kadar oksigen semakin menipis, sebagaimana dikuatkan oleh para ilmuwan dan hasil-hasil penelitiannya. Dan ini menunjukkan bahwa Al quran diturunka oleh Tuhan Yang Maha Tahu.
Banyak argumentasi lain yang memperkokoh bahwa Al quran adalah Kitab Suci dan sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Kebenarannya tidak terbantahkan, keagungannya tidak tertandingi. Sampai-sampai huruf-huruf muqatha’ahpun (huruf yang terputus-putus di awal beberapa surat , seperti alif laam mim, haa mim shad dan lain-lain) memiliki argumentasi yang tidak terbantahkan. Adanya huruf-huruf tersebut menunjukkan bahwa Al quran tidak pernah dikurangi isinya meski isi tersebut hanya diketahui Allah saja dan menunjukkan bahwa Kitab yang diturunkan kepada Nabi ini, kandungan serta isinya sangat terjaga dari distorsi dan deviasi.
Jika orang seperti Winter dan yang mendukung tuduhannya, masih tetap meragukan kebenaran Al quran, maka Allah menantang mereka agar membuat satu surat atau sepuluh ayat atau satu ayat saja yang semisal dengan Al quran.
Takhtim
Tidak bisa dipungkiri Islamophobia di Barat masih bertebaran dan diyakini tidak akan pernah pupus. Umat Islam di manapun harus memahami keadaan itu. Mereka tidak boleh terpancing dan tidak pula lemah dalam menghadapinya.
Fitnahan-fitnahan yang dilakukan Barat tidak akan mengurangi kebenaran Islam, keluhuran Nabi Muhammad serta menodai Al quran. Keharusan Muslim sekarang adalah membela dan mempertahankan kehormatan Islam dengan cara bersatu padu (berjama'ah dan berimamah) mengamalkan Islam secara kaffah dan menda'wahkannya kepada manusia lainnya. Wallahu 'Azza wa Jalla A'lam.
Kamis, 07 Februari 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
- http://www.suryaningsih.com
- http://www.assunnah.or.id
- http://www.dakwatuna.com
- http://www.harunyahya.com
- http://www.eramuslim.com
- http://www.ukhuwah.or.id
- http://www.swaramuslim.net
- http://www.almanhaj.or.id
- http://www.al-ikhwan.net
- www.percikaniman.org
- htt://arif-ramdan.blogspot.com
- www.ddturmudi.multiply.com
- www.ghazwahfathulaqsha.wordpress.com
Komentar Anda
|
|
Waktu Ibarat Pedang
ANDA PENGUNJUNG KE :
ABU LABIB 'ABDULLAH
- ABU LABIB 'ABDULLAH
- Bogor, Indonesia
- Saya lahir di desa Raja Basa Lama, Lampung Timur pada tanggal 5 September 1980. TK, SD, SMP dan SMK saya di Lampung. Alhamdulillah setelah itu saya bisa mengenyam pendidikan S1 di Bogor, tepatnya di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Fatah. Di sekolah tinggi itulah saya mulai memahami betapa pentingnya sebuah karya tulis. Di kampus sederhana itu saya menemukan jati diri untuk menjadi seorang penulis sejati. Dari kampus di pojok kota Bogor bagian timur itu juga saya mematrikan sebuah cita-cita ingin menjadi seorang Jurnalis Muslim intelektual. Dan di kampus itu pula akhirnya Allah mempertemukan saya dengan bidadari belahan jiwa. Ketika itu, saya sedang duduk di smester akhir. Biiznillah, ketika saya sudah diterima dan hendak melanjutkan mengkhitbah, tiba-tiba saya dikirim ke Aceh sebagai salah seorang tim jurnalis untuk melacak kristenisasi di Aceh. Saat itu Aceh sedang dilanda badai dahsyat, TSUNAMI...!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar